Postingan

Menguak Rahasia Besar dibalik Aksi Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi di Indonesia

     Terlahir di Indonesia patutnya dapat membuat siapa saja bangga dan bersyukur, karena telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Tanah air yang kaya bukan hanya karena sumber daya alamnya yang melimpah, tetapi juga karena keberagaman suku, bahasa, dan budayanya. Keberagaman yang hakikatnya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa bukan buatan manusia, seharusnya dapat menyadarkan manusia bahwa keragaman merupakan anugerah yang harus senantiasa dijaga dengan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Namun, akhir-akhir ini Indonesia tengah diresahkan dengan aksi terorisme, aliran radikal, dan beberapa isu intoleransi yang dapat menimbulkan konflik horizontal lainnya. Sehingga yang menjadi pertanyaan besar bagi sebagian orang, sebenarnya apa tujuan dari aksi terorisme, radikalisme dan intoleransi di Indonesia? lalu apa keuntungan yang didapatkan setelahnya?.      Menelisik dari sudut pandang sejarah Indonesia ternyata mempunyai rekam jeja...

Aku ingin melihatmu gagal!!!

Beberapa kata-kata motivasi rasanya sudah terlalu basi... Masuk telinga kanan keluar telinga kiri benar-benar sudah kehilangan eksistensi... Hingga datang seorang pembenci yang sebenarnya paling peduli...        Kisah ini sangat berbekas padaku dan ku harap padamu juga...       Menelisik tepat dua tahun yang lalu ketika aku masih dalam tahap pencarian jati diri, ada yang membuatku merasa heran bahkan hingga sekarang, tentang aku yang hidup tapi merasa tak punya kehidupan, aku yang selalu dalam keramaian tapi takut untuk berjalan sendirian, selalu punya mimpi tapi selalu kalah karena ambisi...         Yaaa, saat itu rasanya hidupku benar-benar cuma ilusi karena lagi-lagi aku disibukkan oleh carut-marut organisasi, rapat sana-sini sampai lupa perduli pada diri sendiri, arti hidup bagiku hanya tentang solidaritas dan perfeksionalitas kerja sudah hanya sebatas itu, terlalu hampa dan membosankan b...

Tugas Manusia itu Menjadi Manusia

"Halah pencitraan!" "Gak usah norak deh!" "Mimpi mu itu ketinggian, coba sadar diri!" "Kamu itu gak pantes, cupu!" "Kamu itu gak bisa jangan ngarep!" "Sok hits banget sih Lo!" "Gak usah sok rajin deh, biasanya aja pemalas!"      Yaak, kalimat-kalimat diatas adalah contoh beberapa nyinyiran dari para netijen atau lambe turah di dunia maya maupun dunia nyata, di kolom komentar maupun dalam obrolan gosip-gosip tetangga yang cetar...      Kalau kalian pernah dengar kalimat seperti itu jangan sedih, tetap semangat karena kita samaa :)) bahkan lebih dari 7,5 miliar jumlah manusia di muka bumi ini juga merasakan hal yang sama, tau darimana? Dari lembaga survei internal dong jadi percayalah ~hehehe       yang jelas segala pikiran negatif mu karena perkataan mereka itu cuma disebabkan oleh dua faktor yaitu: Faktor pertama adalah karena kamu terlalu sibuk mendengarkan ocehan mereka bukan fokus pada hal yang menjadi ...

Mahasiswa tipe mana yang lebih baik?

Entah kenapa aku selalu menganggap orang-orang yang masih memperdebatkan tipe mahasiswa mana yang lebih baik itu konyol ~hahaha, kenapa??? karena nyatanya dari ketiga tipe mahasiswa yang lebih sering diperdebatkan itu gak ada yang lebih baik :) loh loh kok bisa??? Kuy kita bahas hahaha Tipe pertama mahasiswa orga nisatoris so called *pejabat kampus adalah mahasiswa yang selalu gencar promosi ke maba buat masuk ke dalam lembaganya dengan membanggakan skill komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, sambil merendahkan mahasiswa akademis yang dinilai apatis, serta tak lupa juga untuk membanggakan  perjuangan mereka yang bisa kerja lembur bagai Quda ~hahaha Tipe kedua mahasiswa akademis , yayaya... tipe ini adalah mahasiswa dengan hobi mengoleksi nilai A di khs satu aja nilai B yang nongol di sistem akademik, mereka bisa nangis guling-guling percaya deh ~hehee, selain itu mahasiswa macam ini juga biasanya menimbulkan beberapa kecemburuan sosial karena biasanya dicap sebagai *anak kes...

Kembali ke 03

Alhamdulillah pemilu sudah usai, harusnya kini rakyat bersama-sama bersorak-sorai, karena pesta demokrasi telah berlangsung dengan damai... tapiiii.... akankah politisi-politisi yang gencar mencaci lawan akan bersama-sama berebut jabatan? Mungkin... akankah partai-partai politik akan bersama-sama melobi untuk koalisi baru demi secuil kekuasaan? Bisa jadi.... Lalu pertanyaan selanjutnya... Bagaimana dengan sampah kebencian di akar rumput? Akankah mereka akan berhenti bertikai? Entahlah...    aku tau meski pemilu telah usai tapi demokrasi memang belum selesai atau bahkan baru dimulai... Tapi bisakah kita berhenti, untuk merasa paling nasionalis dan menuduh mereka bukan pancasilais? Berhenti, merasa paling agamis, dan menuduh mereka yang berbeda dari kita itu liberalis? Berhenti mengaku militansi 01 maupun 02? Berhenti, dari dari segala upaya yang bisa memecah belah bangsa?      Mari ber sama-sama bangun Indonesia, kembali ke 03 persatuan Indonesia...

Basa basi duluu

     Haloo guys, Namaku Nabila Mar'atun Khasanah seorang gadis yang lahir 18 tahun yang lalu. tahun ini seharusnya aku tepat 19 tahun, tapi berhubung aku lahir pada tanggal 7 Agustus 2000 jadi hari ini belum tepat 19 tahun wkwkwk, dan aku gak ikhlas untuk bilang umurku 19 tahun -_-      Aku sekarang berstatus sebagai seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi negeri yang kata orang-orang kampusku ini adalah kampus terfavorit se-provinsi  *sedikit sombong yakan wkwkwk, yaaa walaupun gak sekeren UI tapi percayalah almamater kampusku ini juga kuning kok, yaaa walaupun gak secerah UI :)) tapi aku tetap bangga *seriusan      Kalo kata orang kebanyakan jadi cewe itu ribet, menurutku gak sih, kenapa?? karena aku gak ngerasa hidupku ribet wkwkwk, contohnya kebahagiaan bagiku itu simpel karena hanya sebatas tentang makanan, buku, kopi, dan kamar udah hanya sebatas itu :)), dan keribetan bagiku itu juga simpel contohnya seper...