Postingan

Anak pertama itu bukan Superman

Anak pertama itu gak pernah diajarin caranya minta tolong, apalagi mikirin diri sendiri. Yang diajarin cuma dia harus bisa jadi provide, protect, dan proclaim. Tapi yaa kalaupun aku punya pilihan untuk tidak, maka aku tetap memilih untuk melakukannya. Yang menang selalu naluri, manalah dia tega membiarkan semua berjalan seadanya.  Gimanapun keadaannya, anak pertama selalu disuruh memaklumi. Karena orang tuanya juga baru pertama kali jadi orang tua katanya. Tapi bukannya anak pertama juga baru pertama kali hidup ya? Aku tau, beban setiap orang itu beda-beda dan gak harus ada di anak pertama, bisa jadi di anak kedua, ketiga, anak tunggal, atau bahkan bungsu. Sangat egois jika aku menggunakan takaran hidupku untuk mengukur hidup orang lain. So, semoga yang baca ini juga bisa memposisikan diri sebagai aku, dan yang terjadi pada aku. Anak pertama yang nulis ini adalah manusia yang terlalu berlebihan dalam menanggapi perasaannya sendiri. Pikirannya tidak begitu rumit, tapi selalu berisik...

S2 itu kaya reinkarnasi dua kali

Siapa sangka momen studi lanjut bisa mengubahku sejauh ini?, si anak pertama cucu pertama ini mendadak punya banyak sosok kakak. Di S2 aku bisa banyak tanya dan cerita dengan mereka tentang pengalaman yang dulu aku pikir cuma dialami orang-orang elit yang tentunya untouchable buat rakyat jelata sepeti ku wkwk. Ternyata mereka (temen-temenku) pernah ngalamin woy, keren banget gak sii!! Ada yang mendirikan yayasan nirlaba, ada yang tiba-tiba conference internasional, ada yang volunteeran sampe berdampak besar untuk lingkungan masyarakat tempat tinggalnya, ada yang kerjaannya pemetaan sosial keliling Indonesia, ada yang diam-diam nerbitin buku, dan banyak hal hebat lainnya 🥹 Dan kalian tau? Orang-orang hebat itu ada disekitar ku!!! Aarghhh keren banget kan! Kalian tau kan kalau sebenarnya cahaya bulan itu asalnya dari matahari? Yahhh it's me! Akulah si bulan ituu, yang tiap hari selalu excited bangun pagi berangkat ngampus dan terkena sinar dari orang-orang hebat ituu. Eh tapi capek ...

Tentang menjadi bodo amat

Sejauh ini aku cuma bisa tergerak dari motivasi internal bukan eksternal, ini menjadi hal positif dan negatif at the same time. Positifnya aku gak pernah iri atas pencapaian orang lain, negatifnya tentu sulit buat aku bergerak secepat orang-orang. Kalau ada temanku yang sukses dan berbahagia maka aku bisa dua kali lipat bahagia dari dia, aku juga bisa jadi orang pertama yang ngucapin selamat. Tapi kemudian kalau ditanya, apakah aku mau sukses seperti dia sekarang juga? Jawabannya gak. Kenapa? Karena aku yakin setiap orang punya jalan suksesnya masing-masing, aku cuma mau menikmati prosesnya tanpa harus diburu-buruin. Toh jadi Nabila semengasyikan itu, bahkan second account ku pun pake nama Nabila juga wkwk Jadi orang yang terlalu stoik itu gak baik juga ya ternyata (?) 🙂

Dear 2021

2020 berat yaa? Kita harus bilang gak apa-apa untuk banyak hal yang ngebuat kita sebenernya kenapa-napa. Klo diputar ulang lagi kayak gak mungkin semuanya bisa dilalui sangking beratnya, tapi gakpapa kan semuanya sudah selesai, kita jugaa hehehe candaa... Mau nanya dong, kamu pernah ngerasa jadi sampah gak? Kalau aku pernah, ehh sering sih kayaknya.Yang awalnya jadi yang paling dibutuhin, yang awalnya punya nilai tapi pas gak guna lagi, ya dibuang. Sekarang, jangankan mau liat, denger namanya (sampah) aja udah males... Tapi ya gakpapa, sampah bukannya gak guna kan? Ditangan orang-orang kreatif, sampah bisa punya nilai bahkan lebih dari nilai awal dia sebelum jadi sampah. Jadi ya sebenernya gakpapa, gak perlu ngerasa jadi sampah, atau ngerasa gak berharga, karena kita cuma lagi sama orang yang gak tepat aja. Dear 2021, semoga aku, kamu, dan kalian semua dipertemukan dengan orang-orang yang tepat, yang ngebuat kita ngerasa berharga dan memberi vibes positif Aamiin... Istirahat boleh, uba...

freedom

"Memahami makna kebebasan berekspresi di Indonesia sebagai kesempatan memperjuangkan kebenaran" Berangkat dari sejarah kebebasan berekspresi di Indonesia yaitu pada tahun 1998 tepatnya pada aksi reformasi digaungkan oleh mahasiswa, kaum buruh dan masyarakat akar rumput. Kebebasan ekspresi pada kala itu merupakan cita-cita yang hendak dicapai dalam usaha membangun negara Indonesia yang demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, Meski Reformasi sudah berjalan selama 22 tahun setelah runtuhnya Orde Baru, ternyata reformasi hingga saat ini, belum membuahkan perubahan yang cukup siginifikan dalam rangka perjuangan demokrasi dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), diantaranya menyangkut kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat, kebebasan berserikat dan berkumpul, serta hak memperoleh informasi. Masih banyak sekali kasus penganiayaan yang dilakukan pada media pers, dan terkait kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia yang masih menunjukkan masa ...

sedekah dulu..

Kalau ingin menangkap ayam,, jangan dikejar. Nanti kita akan lelah dan ayam pun semakin menjauh, berikanlah ia beras atau makanan lain nya. Nanti ia akan datang dengan mudah dan rela. Begitu pula dengan rezeki, melangkah lah dengan baik, jangan terlalu kencang dalam mengejar. Ngotot dan memburu, nanti kita akan lelah tanpa hasil. Keluarkan lalu sedekahkan, nanti rezeki akan datang menghampiri waktu.

Aku ingin ini, ingin itu banyak sekaliii...

"Hidup kadang lucu, sebelum kita bisa tertawa lepas terkadang kita harus nangis dulu, supaya lega, supaya nanti bahagianya bukan pura-pura" -nabilamk      Duduk sebentar, apasih yang dikerjar??, Bukannya kamu yang dulu selalu bilang "santai dunia aja ini", berusaha gak apa-apa padahal ada masalah, berusaha ikhlas padahal hati masih bersikeras, lalu kenapa sekarang tergesa-gesa begitu?. Sabarr, semua orang ada timeline suksesnya masing-masing, kalau gagal hari ini ayook kita coba besok pagi, insyaallah matahari masih sudi menemani.      Ketika gak ada satupun yang perduli, jangan lupakan tentang diri sendiri. Diri yang paling mengenalmu, yang paling setia bersamamu, bukankah kalian sudah berjalan jauh hari ini?, Berapa langkah? Hahaha, sangking jauhnya sampai kamu sendiri gak sanggup menghitungnya bukan?.      Hey, coba renungkan, di dunia ini semua orang sibuk mengejar sesuatu yang sama. Padahal sebenarnya mereka gak butuh itu, tapi karena ba...