Postingan

S2 itu kaya reinkarnasi dua kali

Siapa sangka momen studi lanjut bisa mengubahku sejauh ini?, si anak pertama cucu pertama ini mendadak punya banyak sosok kakak. Di S2 aku bisa banyak tanya dan cerita dengan mereka tentang pengalaman yang dulu aku pikir cuma dialami orang-orang elit yang tentunya untouchable buat rakyat jelata sepeti ku wkwk. Ternyata mereka (temen-temenku) pernah ngalamin woy, keren banget gak sii!! Ada yang mendirikan yayasan nirlaba, ada yang tiba-tiba conference internasional, ada yang volunteeran sampe berdampak besar untuk lingkungan masyarakat tempat tinggalnya, ada yang kerjaannya pemetaan sosial keliling Indonesia, ada yang diam-diam nerbitin buku, dan banyak hal hebat lainnya 🥹 Dan kalian tau? Orang-orang hebat itu ada disekitar ku!!! Aarghhh keren banget kan! Kalian tau kan kalau sebenarnya cahaya bulan itu asalnya dari matahari? Yahhh it's me! Akulah si bulan ituu, yang tiap hari selalu excited bangun pagi berangkat ngampus dan terkena sinar dari orang-orang hebat ituu. Eh tapi capek ...

Tentang menjadi bodo amat

Sejauh ini aku cuma bisa tergerak dari motivasi internal bukan eksternal, ini menjadi hal positif dan negatif at the same time. Positifnya aku gak pernah iri atas pencapaian orang lain, negatifnya tentu sulit buat aku bergerak secepat orang-orang. Kalau ada temanku yang sukses dan berbahagia maka aku bisa dua kali lipat bahagia dari dia, aku juga bisa jadi orang pertama yang ngucapin selamat. Tapi kemudian kalau ditanya, apakah aku mau sukses seperti dia sekarang juga? Jawabannya gak. Kenapa? Karena aku yakin setiap orang punya jalan suksesnya masing-masing, aku cuma mau menikmati prosesnya tanpa harus diburu-buruin. Toh jadi Nabila semengasyikan itu, bahkan second account ku pun pake nama Nabila juga wkwk Jadi orang yang terlalu stoik itu gak baik juga ya ternyata (?) 🙂

Dear 2021

2020 berat yaa? Kita harus bilang gak apa-apa untuk banyak hal yang ngebuat kita sebenernya kenapa-napa. Klo diputar ulang lagi kayak gak mungkin semuanya bisa dilalui sangking beratnya, tapi gakpapa kan semuanya sudah selesai, kita jugaa hehehe candaa... Mau nanya dong, kamu pernah ngerasa jadi sampah gak? Kalau aku pernah, ehh sering sih kayaknya.Yang awalnya jadi yang paling dibutuhin, yang awalnya punya nilai tapi pas gak guna lagi, ya dibuang. Sekarang, jangankan mau liat, denger namanya (sampah) aja udah males... Tapi ya gakpapa, sampah bukannya gak guna kan? Ditangan orang-orang kreatif, sampah bisa punya nilai bahkan lebih dari nilai awal dia sebelum jadi sampah. Jadi ya sebenernya gakpapa, gak perlu ngerasa jadi sampah, atau ngerasa gak berharga, karena kita cuma lagi sama orang yang gak tepat aja. Dear 2021, semoga aku, kamu, dan kalian semua dipertemukan dengan orang-orang yang tepat, yang ngebuat kita ngerasa berharga dan memberi vibes positif Aamiin... Istirahat boleh, uba...

freedom

"Memahami makna kebebasan berekspresi di Indonesia sebagai kesempatan memperjuangkan kebenaran" Berangkat dari sejarah kebebasan berekspresi di Indonesia yaitu pada tahun 1998 tepatnya pada aksi reformasi digaungkan oleh mahasiswa, kaum buruh dan masyarakat akar rumput. Kebebasan ekspresi pada kala itu merupakan cita-cita yang hendak dicapai dalam usaha membangun negara Indonesia yang demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, Meski Reformasi sudah berjalan selama 22 tahun setelah runtuhnya Orde Baru, ternyata reformasi hingga saat ini, belum membuahkan perubahan yang cukup siginifikan dalam rangka perjuangan demokrasi dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), diantaranya menyangkut kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan berpendapat, kebebasan berserikat dan berkumpul, serta hak memperoleh informasi. Masih banyak sekali kasus penganiayaan yang dilakukan pada media pers, dan terkait kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia yang masih menunjukkan masa ...

sedekah dulu..

Kalau ingin menangkap ayam,, jangan dikejar. Nanti kita akan lelah dan ayam pun semakin menjauh, berikanlah ia beras atau makanan lain nya. Nanti ia akan datang dengan mudah dan rela. Begitu pula dengan rezeki, melangkah lah dengan baik, jangan terlalu kencang dalam mengejar. Ngotot dan memburu, nanti kita akan lelah tanpa hasil. Keluarkan lalu sedekahkan, nanti rezeki akan datang menghampiri waktu.

Aku ingin ini, ingin itu banyak sekaliii...

"Hidup kadang lucu, sebelum kita bisa tertawa lepas terkadang kita harus nangis dulu, supaya lega, supaya nanti bahagianya bukan pura-pura" -nabilamk      Duduk sebentar, apasih yang dikerjar??, Bukannya kamu yang dulu selalu bilang "santai dunia aja ini", berusaha gak apa-apa padahal ada masalah, berusaha ikhlas padahal hati masih bersikeras, lalu kenapa sekarang tergesa-gesa begitu?. Sabarr, semua orang ada timeline suksesnya masing-masing, kalau gagal hari ini ayook kita coba besok pagi, insyaallah matahari masih sudi menemani.      Ketika gak ada satupun yang perduli, jangan lupakan tentang diri sendiri. Diri yang paling mengenalmu, yang paling setia bersamamu, bukankah kalian sudah berjalan jauh hari ini?, Berapa langkah? Hahaha, sangking jauhnya sampai kamu sendiri gak sanggup menghitungnya bukan?.      Hey, coba renungkan, di dunia ini semua orang sibuk mengejar sesuatu yang sama. Padahal sebenarnya mereka gak butuh itu, tapi karena ba...

marsinah tak pernah mati

Dalam malam gelap tapi tak terlelap... Ku dengarkan suara nyiur bergoyang-goyang... Tak henti ku tatap arloji tua peninggalan ibu bapak... Arloji itu berhenti, matii, tapi tidak dengan waktu... Kini pikiran ku terbang melayang-layang Terkenang sosok perempuan muda... Bukan perempuan berparas jelita yang pandai merias wajah penuh warna Apalagi jadi kaki tangan penguasa.. Cuma seorang buruh pabrik arloji yang tangannya piawai memasang skrup besi... banyak hal yang dikritisi... sampai dituduh PKI lalu persekusi... Siapalah marsinah... cuma buruh pabrik bayaran yang mengajari arti kemanusiaan Bagai laba-laba ia memintal benang-benang asa Menolak tunduk pada penguasa menuntut keadilan setara Siapalah marsinah cuma seorang buruh, yang namanya dimana-mana bergemuruh Ku lihat posternya seakan menggrutu Mengutuk hati penguasa yang membatu Bagai hama yang merusak lahan Marsinah dicampakkan, dimusnahkan lalu dilupakan Mereka pikir waktu mampu diutak-atik jari-jemari tapi nyatanya marsinah tak per...