Postingan

Haloo 2025!!

Yang aku takuti dari 2025 adalah bulan Agustus. Aku menyukainya tapi juga membencinya at the same time. Karena di Agustus tahun ini aku 25 tahun woy! Astagfirullah, usia yang sangat dewasa pikirku saat umur belasan tahun ckckck. It's okey hidup bukan perlombaan, lagi-lagi ku ucapkan buat puk-puk diri sendiri wkwk Bersyukur masih diberikan panjang umur sampe sekarang, tinggal di raga ini meski gak mungkin selamanya, tapi bersyukur karena dia sangat kewren xixixii Bismillah ya semoga tahun ini ada banyak kejutan yang membahagiakan, kalaupun bakalan ada sedihnya gakpapa kok. Aku gak pilih kasih, akan ku peluk semua. Tapi satu-satu ya datangnya jangan kroyokan :") Untuk orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal, terima kasih ya semoga di tahun lalu aku meninggalkan kesan yang baik mari coba petualangan seru lainnya. Untuk orang-orang yang memilih pergi juga terima kasih ya udah mampir, maaf jika kita ternyata gak sefrekuensi dan hati-hati di jalan wkwk Mari lanjutkan perjuangan...

Batasan tingkat kognitif seseorang is one thing, tapi kemampuan bergaul di masyarakat is more important thing

Di masyarakat bertani menjadi vokal selalu dianggap menyebalkan beda dengan masyarakat pemakan gandum, kenapa? Karena masyarakat bertani lebih kuat gotong-royongnya jadi kalau satu orang yang gak sepaham tentu bisa merusak budaya ini. Sehingga wajar jika mereka memilih untuk menghilangkan satu orang ini dibandingkan mengambil resiko. Sebaliknya masyarakat pemakan gandum itu lebih individualis, gak bayak kegiatan yang harus dilakukan bareng-bareng. Wajar jika mereka gak peduli-peduli amat sama opini individu. Batasan tingkat kognitif seseorang is one thing, tapi kemampuan bergaul di masyarakat is more important thing.  Untuk orang dengan tingkat kognitif rata-rata selalu akan menemukan ketidaksesuaian antara apa yang dia pelajari dengan realita di masyarakat, disamping apa yang dia pikirkan benar atau salah. Tapi hal ini sudah masuk pada tahap (critical thinking), akan berbeda degan orang yang gak punya kemampuan kognitif yang baik. Dia gak akan mau repot mikir, bahkan menganggap or...

Sampai sini aja kita udah keren banget kok!

Kurang dari seminggu lagi udah masuk tahun 2025, mungkin tahun ini menjadi tahun yang baik bagi sebagian orang, atau mungkin juga menjadi tahun yang nggak baik-baik banget buat sebagiannya lagi. Nggakpapa yaa, setidaknya kita berhasil untuk tidak menyerah. Di samping kejutan-kejutan yang membahagiakan, di tahun ini aku merelakan satu mimpi, mimpi yang membuat aku jauh melangkah sampai Jogja ini. Bohong kalau aku bilang udah ikhlas, apalagi bilang kalau semua sudah sesuai rencana. Tapi semoga dengan pilihan ini tidak membuatku menyesal dikemudian hari. Aku benci mengakuinya tapi ternyata bener ya kata Kaluna, orang biasa kaya aku ini buat mimpi aja harus tau diri wkwk Mungkin aku punya opsi buat memperjuangkan mimpi itu, tapi ya gimana yaa. Aku gak akan rela orang lain menggantikan posisiku, mengorbankan mimpinya untuk hal-hal yang sebenarnya bukan tanggungjawabnya, jadi nggakpapa kok, nggak semua yang aku pengen harus terwujud. Yang penting orang-orang yang aku sayang bahagia, toh tuga...

Aku dan ayam geprek

Menu murah meriah yang mungkin kelihatannya sepele di mata orang-orang, tapi ada masanya makanan ini jadi makanan yang paling mewah di hidupku. Tepatnya waktu jaman SMA, aku lebih milih jalan kaki dari SMAPAN ke seberang lewat jembatan Mahakam demi bisa makan menu yang satu ini. Dulu harganya masih enam ribuan, yaa tapi tetap aja uangku kurang wkwk Sanguku saat itu dua belas ribu naik taksi (sebutan angkot di Samarinda) bolak-balik empat kali naik delapan ribu, jadi mending naik taksinya tiga kali aja gak sih biar sisa sanguku bisa beli ayam geprek? Wkwk Seseorang dulu ada yang nanya, kenapa kamu dekil banget sih bil? Emang bakalan ada yang suka? Duhh dia gak tau aja rinsip hidupku, lebih baik jalan kaki jauh panas-panasan dibandingkan gak jajan ayam geprek wkwk dulu ini mungkin menyakitkan dengarnya, sekarang gak sih biasa aja. Toh hidupnya gak lebih baik juga dari hidupku, maap jahat tapi dia duluan ya Allah :) Jadi jangan heran ya kalau nanti di resto mewah sekalipun, di belahan dun...

Semoga semua berakhir di aku yaa

Mungkin aku beruntung dalam sisi pendidikan  Beruntung karena selalu dipertemukan dengan teman-teman yang tulus Selalu beruntung juga dalam hal keuangan, tapi selanjutnya kalian tau cobaannya dimana kan? Udah di tahap gak punya mimpi apapun selain semoga badainya cepat berlalu. Prosesnya capek memang, tapi semoga semuanya berakhir di aku aja yaa. Gakpapa banget kok kalau bayarannya mahal, tentang mungkin bukan takdirnya padahal ya selalu ada ego yang harus dibuang jauh-jauh, tentang gakpapa gak pengen-pengen banget padahal selalu jadi mimpi yang selalu aku ceritakan ke banyak orang. Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna, tapi percayalah untukmu ku jual dunia~ kata Feast sih gitu hahaha Yaa intinya semoga selalu tumbuh lebih baik ya, aku tau kamu tau bahwa aku selalu mengusahakan apapun inginmu sekuat dan semampuku. Aku tau kamu hebat bahkan jauh lebih hebat, tapi seumur hidup aku gak akan berhenti buat peduli. Sedikit lucu ya, bisa-bisanya anak secengeng aku bertarung dengan ker...

Anak pertama itu bukan Superman

Anak pertama itu gak pernah diajarin caranya minta tolong, apalagi mikirin diri sendiri. Yang diajarin cuma dia harus bisa jadi provide, protect, dan proclaim. Tapi yaa kalaupun aku punya pilihan untuk tidak, maka aku tetap memilih untuk melakukannya. Yang menang selalu naluri, manalah dia tega membiarkan semua berjalan seadanya.  Gimanapun keadaannya, anak pertama selalu disuruh memaklumi. Karena orang tuanya juga baru pertama kali jadi orang tua katanya. Tapi bukannya anak pertama juga baru pertama kali hidup ya? Aku tau, beban setiap orang itu beda-beda dan gak harus ada di anak pertama, bisa jadi di anak kedua, ketiga, anak tunggal, atau bahkan bungsu. Sangat egois jika aku menggunakan takaran hidupku untuk mengukur hidup orang lain. So, semoga yang baca ini juga bisa memposisikan diri sebagai aku, dan yang terjadi pada aku. Anak pertama yang nulis ini adalah manusia yang terlalu berlebihan dalam menanggapi perasaannya sendiri. Pikirannya tidak begitu rumit, tapi selalu berisik...

S2 itu kaya reinkarnasi dua kali

Siapa sangka momen studi lanjut bisa mengubahku sejauh ini?, si anak pertama cucu pertama ini mendadak punya banyak sosok kakak. Di S2 aku bisa banyak tanya dan cerita dengan mereka tentang pengalaman yang dulu aku pikir cuma dialami orang-orang elit yang tentunya untouchable buat rakyat jelata sepeti ku wkwk. Ternyata mereka (temen-temenku) pernah ngalamin woy, keren banget gak sii!! Ada yang mendirikan yayasan nirlaba, ada yang tiba-tiba conference internasional, ada yang volunteeran sampe berdampak besar untuk lingkungan masyarakat tempat tinggalnya, ada yang kerjaannya pemetaan sosial keliling Indonesia, ada yang diam-diam nerbitin buku, dan banyak hal hebat lainnya 🥹 Dan kalian tau? Orang-orang hebat itu ada disekitar ku!!! Aarghhh keren banget kan! Kalian tau kan kalau sebenarnya cahaya bulan itu asalnya dari matahari? Yahhh it's me! Akulah si bulan ituu, yang tiap hari selalu excited bangun pagi berangkat ngampus dan terkena sinar dari orang-orang hebat ituu. Eh tapi capek ...